Michael Thungari : Diko’u Solo Adalah Warisan Budaya Yang Harus Dijaga

Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Michael Thungari, SE., ME., bersama Wakil Bupati, Tendris Bulahari, didampingi Ketua TP PKK, Cherry Thungari Soeyoenus, SE., serta Wakil Ketua TP PKK, Agnes Bulahari Waluko, SE., menghadiri Upacara Ritual Diko'u Solro (ist)

SANGIHE, detikgo.com – Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Michael Thungari, SE., ME., bersama Wakil Bupati, Tendris Bulahari, didampingi Ketua TP PKK, Cherry Thungari Soeyoenus, SE., serta Wakil Ketua TP PKK, Agnes Bulahari Waluko, SE., menghadiri Upacara Ritual Diko’u Solro di Kampung Lenganeng, Kecamatan Tabukan Utara, yang diselenggarakan oleh Jemaat Islam Tua Kaum Tua (HPK Madeda) pada Rabu (26/3/2025).

Upacara Ritual Diko’u Solro merupakan ritual keagamaan Islam Tua atau Kaum Tua, mengingat Kampung Lenganeng merupakan pusat HPK yang bernaung di bawah Majelis Luhur Penghayat Kepercayaan Indonesia. Ritual ini diadakan beberapa hari sebelum Idulfitri sebagai bagian dari tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Dalam acara tersebut, masyarakat setempat berkumpul untuk melaksanakan rangkaian prosesi ritual yang penuh makna, termasuk doa bersama dan berbagai kegiatan adat yang menjadi bagian dari identitas spiritual kaum Islam Tua.

Bacaan Lainnya
Upacara Ritual Diko’u Solro di Kampung Lenganeng (ist)

Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, SE., ME., menyampaikan bahwa Diko’u Solro merupakan salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan dan dimaknai dengan penuh kesungguhan.

“Diko’u Solro adalah bagian dari warisan budaya yang harus kita lestarikan dan maknai dengan baik. Ritual ini tidak hanya memiliki nilai spiritual tetapi juga mencerminkan kearifan lokal masyarakat Sangihe,” tegas Thungari.

Lebih lanjut, Thungari mengapresiasi jemaat HPK yang tetap menjaga tradisi ini di bawah naungan Majelis Luhur Penghayat Kepercayaan Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kelangsungan budaya dan tradisi lokal Kampung Lenganeng.

“Sebagai pemerintah, saya memberikan apresiasi kepada Jemaat HPK yang terus menjaga dan melestarikan nilai-nilai spiritual keagamaan ini. Ini adalah bagian dari identitas budaya yang harus kita rawat bersama. Saya juga berharap generasi muda dapat terus memahami dan meneruskan tradisi ini agar tidak hilang ditelan zaman,” tutup Thungari.

Acara ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Masyarakat yang hadir tampak antusias mengikuti setiap tahapan upacara, menunjukkan bahwa tradisi ini masih memiliki tempat yang kuat dalam kehidupan mereka. Dengan kehadiran pemerintah daerah Kabupaten Sangihe, diharapkan dukungan terhadap pelestarian budaya dan kepercayaan di Kampung Lenganeng semakin meningkat, sehingga tradisi seperti Diko’u Solro tetap bertahan dan diwariskan kepada generasi mendatang.

(BENSA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *