Menuju Destinasi Wisata Berkelanjutan: Polimdo Berikan Pelatihan CHSE bagi Pengelola Wisata di Desa Kulu

Minahasa Utara, detikgo.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menyelenggarakan pelatihan Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) bagi para pengelola wisata dan perwakilan Bumdes UKM Wisata di Desa Kulu, Jumat (13/9/2024).

Pelatihan yang dilaksanakan di Bangsal dekat pintu masuk Mangrove Park Desa Kulu ini dipimpin oleh Benny Towoliu, SE., M.Par., selaku Ketua Tim Pengabdian Program Penerapan Iptek pada Masyarakat dari Jurusan Pariwisata Polimdo, bersama dosen lainnya seperti Dimas E. Permana, ST.Par, M.Par, dan Mikhael Mangolo, ST.Par., M.Par, serta beberapa mahasiswa.

Bacaan Lainnya
Benny Towoliu, SE., M.Par., saat membawakan materi pada Pelatihan CHSE di Desa Kulu.

Benny Towoliu menjelaskan bahwa tujuan utama pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia dan dunia terhadap kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan. Ia menekankan bahwa pandemi Covid-19 telah memberikan dampak besar terhadap kesadaran masyarakat terhadap aspek-aspek tersebut, dan pola permintaan serta perilaku wisatawan di masa depan akan sangat dipengaruhi oleh kesadaran yang tinggi terhadap CHSE.

Lebih lanjut, Benny Towoliu yang juga merupakan Ketua Program Studi Perhotelan di Jurusan Pariwisata Polimdo ini menekankan pentingnya pengenalan panduan CHSE ini bagi sebuah destinasi wisata.

“Pengenalan panduan CHSE ini sangat penting bagi sebuah destinasi wisata, karena pasar wisata saat ini sudah berubah,” ujar Benny sambil menambahkan bahwa pada dasarnya CHSE memiliki beberapa kategori panduan seperti CHSE Destinasi, Golf, Handbook Ekraf, Homestay, Hotel, MICE, Restoran, Wisata Arung Jeram, dan Wisata Selam. Dan fokus pelatihan kali ini dikhususkan pada kategori Pedoman Destinasi Wisata.

Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengelola wisata dan BUMDes UKM Wisata di Desa Kulu. Para pengelola wisata akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan protokol CHSE di tempat wisata mereka. Hal ini akan meningkatkan kualitas layanan wisata dan menjadikan Desa Kulu sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. Sementara itu, BUMDes UKM Wisata akan mendapatkan pemahaman tentang pentingnya CHSE dalam meningkatkan daya saing produk dan layanan mereka.

Tim Polimdo saat foto bersama Pesera Pelatihan CHSE dan Pemerintah Desa Kulu.

Kepala Desa Kulu, Robby Tobagen, menyambut gembira pelaksanaan pelatihan ini. Ia mengapresiasi komitmen Polimdo dalam membantu pengembangan Desa Kulu sebagai Desa Wisata, yang telah tertuang dalam MoU (Memorandum of Understanding) yang dibangun tahun lalu.

“Kami sangat berterima kasih kepada Polimdo atas dukungan dan bantuannya dalam pengembangan Desa Kulu sebagai Desa Wisata. Pelatihan CHSE ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan wisata di Desa Kulu dan menjadikan Desa Kulu sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.” ucap Robby Tobagen.

Menutup kegiatan pelatihan, tim Polimdo melakukan kunjungan ke Mangrove Trail yang dibangun atas dasar swadaya masyarakat. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung potensi wisata di Desa Kulu dan memberikan dukungan kepada masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *