SULA, detikgo.com – Malam puncak pelaksanaan Festival Tanjung Waka (FTW) 2023 di Desa Fatkauyon, Kecamatan Sulabesi Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, bukan saja menjadi Eco Wisata yang memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan alam. Akan tetapi, FTW juga membuka ruang untuk meningkatkan bakat dan minat kepada generasi untuk memainkan peran, yakni menampilkan berbagai budaya lokal diantaranya ronggeng gala, gambus, bahkan samrah dan minat bakat generasi Sula.
Dalam sambutan, Wakil Bupati Sula, H. Saleh Marasabessy mengatakan, FTW merupakan promosi parawisata serta budaya yang dilakukan Pemkab Sula dalam rangka mengajak seluruh elemen atau wisatawan untuk mengenal lebih dekat pesona Indonesa timur baik dari sisi alam, budaya maupun ekonomi kreatif masyarakat Sula.

Dimalam acara penutupan FTW ini. Kira harus mengiatkat kembali konsep utama pelaksanaan festifal tanjung waka tahun 2023, mengedepankan eko wisata dengan tema memberdayakan komunitas lokal untuk meningkatkan wisata.
“Kegiatan ini, lebih berwawasan lingkungan dari aspek konservasi alam serta pemberdayaan sosial budaya, ekonomi masyarakat serta pembelajaran, pendidikan dan harapan tercapainya manfaat serta perinsi-prinsip eko wisata, menjaga kelestarian alam,” ujarnya dalam sambutan, sinen (6/11/2023) malam.
Selanjutnya, kata orang nomor 2 di Sula, oleh karena itu mari kita sama-sama menjaga dan memelihara lingkungan serta ekosistem yang ada di sekitar ini dengan baik.
Kalu lingkungan dan ekosistem yang ada disekitar kita dapat di jaga dengan baik, maka tentunya bisa melahirkan sesuatu yang bermanfaat buat masyarakat dan generasi mudah kedepan.
“Selain itu, dirinya mengajak kepada seluruh warga desa fatkauyon dan sekitarnya serta parah pihak terkait agar dapat menjaga fasilitas bangunan yang tersedia, sehingga paska festifal ini, fasilitas yang ada bisa dimanfaat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus bisa memberikan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) terhadap negeri yang kita cintai,” pintanya. (Isrudin)





