SULA, detikgo. com – Menjelang Hari Raya Idul Adha Tahun 2023, Badan Pangan Nasional dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara akan mengadakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di depan Benteng Sanana, Desa Fagudu, sinen (26/6).
Sambutan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan bahwa inflasi di daerah harus dikendalikan karena ini kerja sama pemerintah pusat serta daerah karena inflasi kita 95 persen. Maka Presiden RI meminta inflasi dikendalikan sepenuhnya juga.
Maka dari itu, pihaknya berdiskusi dengan Menteri Pertanian, Polri, satgas pangan dari TNI kemudian Kejagu Ri karena ini menyangkut masaalah anggaran, keraguan-raguan daerah untuk menenganan untuk itu.
Selanjutnya juga pentingnya badan pusat statistik dan badan pangan ini sangat berpengaru, kita harus samakan langka ditingkat pusat di samping pengendali inflasi daerah hingga tingkat pusat, dan kemudian melihat bahwa dua unsur penyumbang yakni admistruturai harga-harga yang diatur pemerintah seperti minyak BBM ini secara otomatis diatur oleh pemerintah pusat ada juga yang di atur oleh daerah seperti air minum.
“Keberikut harga beruba-rubah atau vol taem khususnya makanan dan minuman serta tambako disinilah pentingnya kerja sama, kekompakan. Maka pentingnya bahan pangan pokok kenapa karna rakyat kita tidak banyak bicara tapi lebih banyak soal perut,” ujarnya melalui meeting zoom, Senin (26/6/2023)
Menurutnya, berbagai gejolak stabilitas keamanan di Indonesa itu sangat lawan kalu sudah bicara soal bahan pokok karna menyangkut kebutuhan dasar rakyat. Untuk itulah beberapa negara lain inflasinya sangat tinggi.
Tapi intinya kita berupaya secara bersama dan sudah melakukan zoom meeting terus, serta Tito Karnavian berterimakasi kepada TNI Polri serta Kejaksaan yang hadir memberikan kepastian hukum kepada rekan-rekannya di daerah,” tendesnya.
Terpisah, Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sula, H. Saleh Marasabessy menuturkan, bahwa Gerakan Pangan Murah yang dilakukan badan pangan nasional secara serentak di 290 titik dengan rincian 34 Provinsi dan 256 Dinas yang menengani urusan pangan kabupaten/kota termasuk dinas ketehanan pangan kepulauan Sula.
GPM yang dilakukan pada hari ini berbeda dengan gerakan yang dilakukan sebelumnya karena melibatkan stekholder yaitu kita hadirkan bulok merupakan mitra badan pangan nasional, perusahan dan petani lansun jual hasil pangannya.
“Hal ini, merupakan upaya pemerintah menurunkan inflasi dari pusat sampai ke daerah. Pihaknya berharap upaya ini terus dilakukan bukan saja menjalani hari keagamaan Islam nasional. Tetapi ketika gejolak harga pangan harus kita laksanakan,” pintanya. (Isrudin)





