Pelayanan RSUD Sanana Mengecewakan, Dirut Janji Akan Lakukan Perbaikan

Direktur RSUD Sanana, Ulia H. Ngofangare (ist)

SULA, detikgo.com.- Salah satu pasien bernama Idrus Kemhai (69 tahun) warga Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, meninggal dunia di RSUD Sanana, Minggu (05/3/2023) tadi.

Atas insiden itu, pihak keluarga kecewa dengan pihak rumah sakit lantaran diduga tidak mendapatkan pelayanan medis secara maksimal.

Bacaan Lainnya

Salah satu keluarga, Rusdi Buamona menceritakan bahwa mulanya almarhum dirujuk ke RSUD Sanana pada pukul 11.00 WIT, tetapi tidak mendapatkan pertolongan medis secara maksimal hingga menutup usia pada pukul 13.00 WIT.

“Olehnya itu, kami sangat kecewa dengan pelayanan RSUD Sanana seperti ini,” katanya kepada wartwan

Bukan hanya itu, setelah almarhum menutup usia, pihak keluarga berkoordinasi dengan RSUD Sanana untuk mengantar jenazah menggunakan ambulans ke kediamannya di Desa Fagudu, Kecamatan Sanana akan tetapi pihak rumah sakit meminta bayaran pengantar jenazah.

Ketika hendak dibayar, pihak RSUD beralasan tidak ada sopir, karena itu pihak keluarga mengambil langkah untuk mengantar jenazah ke rumah menggunakan mobil patroli polisi.

“Saat melihat mobil patroli Polri yang sedang melintas, kami tahan untuk mengantar jenazah ke kediamannya untuk segera dikebumikan,” tendesnya.

Menanggapi hal itu, Direktur RSUD Sanana, Ulia H. Ngofangare menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut, namun terkait dengan kejadian ini dapat saya sampaikan bahwa sesuai status pasien.

“Memang benar pasien tersebut masuk ke RSUD Sanana, pukul 12.05 WIT dan menutup usia pada pukul 12.20 wit dengan kondisi penurunan kesadaran 30 menit dirumah dan telah diupayakan penanganan sesuai prosedur oleh perawat dan dokter. Akan tetapi, karena kondisi pasien yan buruk, namun upaya-upaya yang dilakukan petugas tidak dapat menyelamatkan nyawa pasien dan saat meninggal istri pasien ada dan bisa menerima,” tegasnya.

Lebih lanjut menurut Dirut RSUD Sanana Ulia H. Ngofangare untuk supir ambulance sendiri akan menjadi perhatian serius yang perlu dilakukan evaluasi.

“Walaupun sudah ada klarifikasi dari yang bersangkutan bahwa kebetulan anaknya juga sementara dirawat di RSUD, jadi yang bersangkutan atau sopir ambulance meninggalkan RRUD untuk ambil keperluan anaknya dan saat dia kembali, jenazah sudah di bawah oleh mobil patroli yang kebetulan petugasnya sedang membawa surat permintaan visum.

Namun, Dirut RSUD Sanana mengaku itu adalah kelalaian.

” Kami sebagai manusia biasa dan kedepan akan di upayakan perbaikan pelayanan lebih baik demi masyarakat. Artinya yang terjadi sama-sama, kami juga tidak inginkan hal itu terjadi,” ucapnya.

“Sedangkan mobil ambulance itu, siap pakai cuman memang sangat kebetulan disaat yang bersamaan anak sang supir juga sedang dirawat dan dia meninggalkan rumah sakit dengan maksud mengambil keperluan anaknya yang sementara dirawat,” ucapnya lagi.

“Namun kemudian, ini yang disesali kenapa tidak memberitahukan ke petugas yang lain, serta itu tidak cukup menjadi alasan maka telah kami evaluasi papa petugas yg bersangkutan dgn membebaskan yg bersangkutan dari tugasnya sebagai supir ambulance,” pintanya mengakhiri. (IK)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *