JAKARTA (detikgo.com)- Kemarin tanggal 18 Desember 2022, jutaan mata orang di seluruh dunia tertuju ke Stadion Lusail, Doha, Qatar.
Dimana ada pertandingan final Piala Dunia sepak bola bergengsi antara kesebelasan Argentina dan Prancis. Selasa, 20 Desember 2022.
Bicara bola kaki, menyita perhatian semua orang, tidak hanya anak muda, orang tua, termasuk kalangan ibu-ibu pun menjagokan Kuda mereka masing-masing, dan kadang bisa Panas karena kekalahan akibat fanatisme Jagoanya.
Final sepak bola antar dua negara itu begitu menarik, asik dan menegangkan. Harua di akui Kedua tim yang tampil di Final Piala Dunia memang sangat berkelas. Masing-masing pemain punya keunggulan dan berkualitas.
Meskipun pada babak pertama Argentina telah menang 2- 0 dari Prancis, bukan berarti sudah aman.
Tim Argentina yang dimotori Lionel Messi di dampingi Di Maria, De Paul, E. Fernandez, Rumero, Acuna mempertontonkan sebuah tim yang sangat solid, dan bermain total football yang begitu mempesona penonton seantero jagad raya.
Penulis pun teringat dengan pemain legenda Argentina di masa lalu, antara lain Daniel Pasarella, Mario Kempes, Gabriel Batistuta, dan Diego Armando Maradona. Nama-nama diatas inilah yang meng-inspirasi generasi berikutnya, termasuk Messi.
Ada yang menarik dan menegangkan pada babak kedua, tim Prancis pun mulai menunjukan taji-nya dimenit ke sepuluh keatas, keadaan mulai bisa dikuasai. Setelah Prancis sadar telah ketinggalan 2 nol, mereka bangkit dengan menciptakan satu gol, oleh Kylian Mbappe. Dan beberapa saat kemudian Mbappe menjadi algojo Pinalti, posisi menjadi dua sama. Argentina 2 gol dan Prancis 2 gol.
Dalam keadaan seperti itu, tim Argentina yang terkenal dengan julukan Tim Tanggo makin meningkatkan tempo permainan, dengan passing yang akurat, man to man sangat apik. Singkat cerita Argentina pun berhasil mencetak satu gol sehingga posisi berubah menjadi 3- 2.
Keadaan makin tegang. Tim Prancis tidak mau kalah dengan opensif, melakukan serangan balik yang beberapa kali cukup merepotkan pertahanan Argentina. Tentu hal itu tidak terlepas dari ketajaman pelatih Prancis yang memasukkan 6 pemain cadangannya. Masuknya pemain cadangan ini, mampu membongkar pertahanan Argentina. Dalam kondisi perpanjangan waktu ini Mbappe masih mampu membongkar pertahanan Argentina, sehingga posisi menjadi 3 – 3 . Mbappe memang hebat dan Target harus gol.
Kedua tim bekerja keras agar bisa menambah satu gol sebelum Pluit ditiupkan wasit, tetapi posisi masih sama, yaitu 3- 3 sampai berakhir perpanjangan waktu.
Akhirnya, Pinalti yang menegangkan itu berakhir dengan tragis, dimana dua orang pemain Prancis gagal menciptakan gol, sehingga keadaan menjadi 4- 2 untuk kemenangan Argentina.
Meledaklah suasana stadion. rasa haru, tangisan, dan gembira pendukung Argentina berpesta kemenangan.
Sementara pemain ,pelatih dan tim Prancis tertunduk, sedih dan menangis. Bahkan saat Mbappe dkk naik ke panggung, ekspresinya begitu dingin dan kecewa karena tidak mampu membawa pulang Piala Dunia Bola Kaki bergengsi.
Ucapan selamat pun mengalir kepada Messi dkk saat dilapangan bola, tidak henti-hentinya dari official Argentina.
Memang Messi dkk adalah The best. Seperti kita ketahui presiden Argentina , Alberto Fernandez lagi pusing akibat dinamika internalnya sedang memanas, ditambah angka inflasi tahunannya sudah menyentuh angka 92 persen.
Bayangkan menghadapi persoalan dalam negeri yang rumit akibat situasi global, Messi dkk masih bisa mengukir sejarah buat Bangsa dan Negaranya.
Dengan kemenangan ini, Argentina telah 3 kali juara dunia, yaitu tahun 1978, 1986 dan 2022. Mungkin bisa lebih dari pada itu andai di Final piala Dunia sebelumnya Argentina menang. Argentina Dan Messi Juara, Legenda baru pun tercipta.
Satu hal yang sulit dilupakan adalah Stadion Lusail, Doha, yang paling spektakuler, profesional, lighting yang begitu megah, mewah dan sangat meriah. Mungkin tampilan itu belum pernah terjadi saat Piala Dunia sebelum-nya. sangat keren dan Luar biasa, Kata H Djafar Badjeber M,Si.
Benar kata pepatah, setiap zaman ada orangnya, dan setiap orang ada zamannya. Inilah zaman Messi dan tentu juga Mbappe, Kata Politisi Nasional Hanura.(DJB/Redaksi)





