MANADO – Ketua DPD Partai GERINDRA (Gerakan Indonesia Raya) Provinsi Sulawesi Utara Ir Conny Lolyta Rumondor, MS didampingi beberapa pengurus DPD berkunjung ke kantor BAWASLU Prov Sulut yang berkantor di Winangun, disambut dua komisioner BAWASLU SULUT dan staf, Senin 6 Juni 2022.
Terkait kunjungan ketua DPD Partai GERINDRA bersama Jajaran ke kantor Bawaslu Prov Sulut dalam rangka silahturahmi sekaligus membicarakan berbagai hal dalam persiapan menghadapi pemilu 2024 yang akan datang Ujar Conny.
Conny mengatakan harapan ke depan agar Pihak Bawaslu Prov Sulawesi Utara, benar-benar bekerja maksimal dan mampu menghadirkan kualitas pengawasan pemilu yang jujur, adil dan transparan, agar Pemilu 2024 nanti berjalan sesuai demokrasi yang bisa dirasakan dampaknya bagi kemajuan Provinsi Sulawesi Utara secara khusus, tegasnya.

Pertemuan silahturahmi antara DPD Partai Gerindra Sulut dan Bawaslu Sulut berlangsung hampir 3 jam, dan pembahasan yang utama adalah soal masalah DPT dan penempatan TPS-TPS serta membahas kualitas pengawasan pemilu yang harus dilaksanakan secara jujur, adil, kredibel dan transparan.
DPD Partai Gerindra Sulut satu-satunya partai politik peserta pemilu pertama yang melakukan audensi dengan pihak penyelenggara KPU Prov Sulut dan Bawaslu Prov Sulut.
Lebih jauh ketua DPD Partai Gerindra Ir Conny L Rumondor MS pun mengingatkan pihak BAWASLU agar memperhatikan masalah -masalah krusial terkait pengawasan penyelenggaraan pemilu yang lalu, agar tidak terjadi lagi pada PEMILU 2024, agar dapat berjalan dengan baik dengan hasil yang berkualitas.

Selama ini menurut Conny salah satu sumber kekacauan terbesar dalam pemilu adalah masalah DPT, oleh sebab itu BAWASLU diharapkan bisa lebih dulu dan menjadikan skala prioritas mengawasi validitas DPT, juga ikut ambil bagian dalam pengawasan dalam proses pemutahiran/ perbaikan DPT yang akan di gunakan pada saat pemilu.
Conny juga juga meminta agar tugas dan fungsi BAWASLU dijalankan sesuai dengan peraturan dan perundang undangan yang berlaku.
Selain itu penempatan pemilih pada TPS-TPS harus sesuai domisili warga pemilih dan penempatan TPS-TPS jangan di tempat yang sulit dijangkau atau di tempat yang kurang aman, karena bisa mengakibatkan banyak pemilih enggan datang ke TPS.
“Kualitas Hasil Pemilu akan menggambarkan Kualitas Penyelenggara dan Peserta Pemilu”.
Conny mengatakan bahwa “Kualitas hasil Pemilu akan menggambarkan kualitas penyelenggara dan peserta pemilu. Penyelenggara dan peserta pemilu harus sama-sama berkomintmen bahwa, PEMILU harus berjalan dengan baik, jujur, adil, transparan dengan mengedepankan Profesionalitas kerja dan tanggung jawab kepada Bangsa dan Negara Republik Indonesia, lebih khusus daerah Sulawesi Utara.
BAWASLU wajib menjalankan peraturan, Hukum harus di tegakkan dan di jalankan apabila terdapat kesalahan dalam pengawasan PEMILU mendatang.
Jika kita sepakat akan hal ini maka kita akan sama-sama melahirkan Pemilu yang berkualitas, dan menghasilkan abdi-abdi rakyat yang benar-benar dibutuhkan rakyat dan negara, dan untuk pelaksanaan itu dibutuhkan Komitmen bersama antara penyelenggara dan peserta pemilu, kata Wanita yang tak kenal lelah berjuang untuk membesarkan Partai Gerindra Sulawesi Utara.
Kami berharap BAWASLU juga bisa memperhatikan terkait jumlah suara pemilih di beberapa kab/kota yang ada di Sulut, terutama sebagai contoh di Kabupaten Talaud terjadi penurunan jumlah penduduk (seperti yang di sampaikan oleh Bawaslu dan KPU prop Sulut), bahwa dalam rentang kurun waktu hampir 3 tahun hilang ribuan penduduk dari Talaud, yang akan mengakibatkan bisa hilangnya jumlah perolehan kursi dalam pemilu 2024 dari 25 kursi bisa menjadi 20 kursi.
Dalam wawancara dengan kami, menurut Conny harus ada penyelidikan tentang jumlah penduduk yg tercatat pada pemilu-pemilu di kab Talaud, dan apabila terdapat kesengajaan dalam penggelembungan jumlah penduduk yang berdampak pada penggelembungan suara, maka aparat hukum wajib bertindak menjalankan hukum sesuai peraturan yang berlaku.
Conny juga mengingatkan jangan lagi ada dalam DPT orang yang sudah meninggal, sudah pindah lain daerah, atau balita mendapat kartu Pemilih. BANWAS juga di harapkan dapat mengawasi arus perpindahan penduduk seketika (hanya pada saat Pemilu) atau penduduk siluman dari tempat lain ke suatu tempat tertentu, juga banyaknya pemilih ganda, Conny mengatakan menurut info dengan masuknya turis cina ke daerah Sulawesi Utara bisa saja membuka jalan perpindahan penduduk yang signifikan dan bisa dimanfaatkan pihak tertentu untuk ikut dalam pemilu 2024 jika dengan modal KTP saja orang bisa memilih.
Selanjutnya Conny juga mengatakan bahwa sebagus apapun dan sebaik apapun Undang Undang dan peraturan yang di sediakan pemerintah dalam mewujudkan demokrasi yang baik, untuk dilakasanakan oleh penyelenggara dan peserta pemilu, semua tergantung dari pada *MENTAL* pelaksana dan pelakunya.
BAWASLU SULUT diharapkan dapat mengawasi politik uang, netralitas PNS, TNI dan Polri agar demokrasi kita dapat berjalan sesuai aturan dan tujuan PEMILU, agar dapat menghasilkan pemimpin negara dan anggota dewan yang berkualitas.
Conny berharap BAWASLU agar bekerja dengan baik dan transparan, tidak pro pada satu atau partai tertentu.
Kepada media kami, Conny menyampaikan bahwa selaku ketua DPD partai GERINDRA SULAWESI UTARA kami bertekad menjadi partai pemenang terbaik di semua tingkatan PEMILU 2024, baik PILPRES, PILEG dan PILKADA, semoga TUHAN yang Maha Kuasa menyertai dan memberkati tekad perjuangan kami.
Conny juga berharap agar BAWASLU mengadakan sosialisasi lebih awal ke masyarakat tentang peraturan yang menjadi larangan dan dapat berakibat hukum pada penyelenggaraan PEMILU dan PILKADA 2024 lewat pamflet-pamflet dan baliho-baleho di seluruh pelosok daerah Sulawesi Utara.
Sementara itu Andre Umboh mengusulkan kepada pemerintah provinsi SULUT agar memperhatikan kantor BAWASLU SULUT, kiranya dapat memberikan kantor BAWASLU yang lebih baik dan lebih representatif sebagai kantor salah satu penyelenggara PEMILU.

Conny juga sangat mendukung dan memberi apresiasi kepada BAWASLU SULUT yang sudah menggagas adanya terobosan baru dalam persiapan Pemilu 2024 dengan di gagasnya GERAK SIMASTER (Gerakan Pengawasan Aktif Rakyat pada PEMILU dan PILKADA dengan Sistem Informasi Management Sekertariat Terintergrasi).
Pada akhir pembicaraan dalam audiensi dengan BAWASLU SULUT, Conny menyampaikan sepenggal kalimat dari Frans Magnis Suseno,
“Pemilu bukan untuk Memilih yang Terbaik, Tetapi untuk mencegah yang Terburuk Berkuasa”.
Ketua DPD Partai GERINDRA Sulut
Ir Conny L Rumondor MS didampingi jajaran DPD Gerindra Sekertaris DPD Isran Rahmat Febriansyah SH, Wakil Ketua Ridwan, Wakil Ketua Mirco Tendean, wabend Rolly Rompis, Andre Umboh, dan Harvy Pantow.(redaksi)





