JAKARTA (detikgo.com)-– Pernyataan kontroversial seorang legislator DPRD Sulawesi Utara (Sulut) dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) VP belum lama ini telah menjadi perbincangan khalayak umum, menuai kecaman keras. Legislator tersebut diduga dengan sengaja memplesetkan kepanjangan dari RS ODSK menjadi Nama “Oma Dora Sigar Kawanua” di hadapan media, dan ironisnya, dilakukan di ruang Fraksi PDIP DPRD Sulut.
Ketua Harian Perhimpunan Minahasa Raya (PMR) sekaligus Ketua Umum Gerakan Laskar Pro 08 (GL PRO 08) Jimmy Ch Kawengian mengeluarkan pernyataan tegas menanggapi insiden tersebut.
“Kami menuntut permintaan maaf secara terbuka melalui video yang disebarluaskan di media sosial dalam waktu 1×24 jam. Jika tidak diindahkan, kami akan menempuh jalur hukum dan menggeruduk Kantor DPRD Sulut, khususnya Fraksi PDIP,” tegasnya kepada redaksi detikgo, Selasa, (8/7/2025).

Menurutnya, plesetan tersebut tidak hanya tidak pantas, tapi juga mencederai nama baik keluarga besar ODSK (Olly Dondokambey – Steven Kandouw), khususnya menyangkut nama Oma Dora Sigar, yang disebut sebagai ibu dari Presiden RI.
Ia menambahkan, pernyataan bernada penghinaan tersebut dilakukan secara sadar dan sengaja di hadapan media dengan latar Fraksi PDIP, yang memperkuat kesan bahwa tindakan itu mengandung unsur politis dan tidak bisa dianggap remeh.
Tuntutan Tegas PMR dan GL PRO 08
Ada empat poin sikap resmi yang disampaikan:
- Mengecam keras pernyataan yang dianggap melecehkan sosok Oma Dora Sigar dan institusi RS ODSK.
- Menuntut permintaan maaf terbuka dalam bentuk video dan disebarluaskan melalui media sosial.
- Mendesak Ketua DPD PDIP Sulut untuk bertanggung jawab dan memberikan klarifikasi atas sikap oknum kadernya.
- Apabila dalam 1×24 jam tuntutan tidak dipenuhi, maka pihaknya akan melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum dan melakukan aksi ke Kantor DPRD Sulut.
Ini bukan sekadar soal politik, tapi soal harga diri keluarga dan masyarakat Minahasa Raya. Jangan pernah melecehkan simbol-simbol yang menjadi bagian dari identitas dan sejarah kami,” ujar Jimmy Kawengian menutup pernyataanya.(Red)





