Peringati Hari Lahir Pancasila, Pemkab Sangihe Tekankan Integritas Dan Peningkatan Pelayanan Publik

Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 (ist)

TAHUNA, detikgo.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang dirangkaikan dengan Apel Kerja Bersama pada Senin (02/06/2025), di Lapangan Gelora Santiago, Tahuna. Upacara ini menjadi momentum penguatan nilai-nilai kebangsaan sekaligus evaluasi kinerja aparatur pemerintah daerah.

Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, bertindak sebagai inspektur upacara yang dihadiri oleh unsur Forkopimda, para kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta ratusan ASN dan Tenaga Harian Lepas (THL).

Bacaan Lainnya
Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 (ist)

Upacara dimulai dengan pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, dan UUD 1945. Dalam suasana yang khidmat, Bupati menyampaikan pesan penting terkait komitmen pemerintahan terhadap integritas, profesionalisme, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Pancasila adalah landasan utama dalam setiap aspek penyelenggaraan pemerintahan. Hari ini kita tidak hanya memperingati lahirnya ideologi bangsa, tapi juga meneguhkan kembali komitmen sebagai pelayan rakyat,” ujar Bupati Thungari.

Suasana peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 di Kabupaten Kepulauan Sangihe (ist)

Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berfokus pada kesejahteraan aparatur. Ia memastikan bahwa gaji ke-13 akan dibayarkan pada bulan Juni 2025 dan meminta instansi teknis untuk mempercepat proses administrasi agar tidak ada hambatan pencairan.

“Kita menjamin hak-hak pegawai sebagai bagian dari apresiasi terhadap pengabdian mereka. Namun di saat yang sama, disiplin, etika, dan profesionalisme juga harus terus ditingkatkan,” tegasnya.

Forkopimda Kabupaten Kepulauan Sangihe (ist)

Di sektor kesehatan, Bupati menyoroti masih adanya puskesmas yang mengalami kekosongan stok obat dan keterbatasan alat medis. Ia menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan menyampaikan laporan dalam pekan berjalan.

“Distribusi logistik kesehatan harus berbasis data dan kebutuhan nyata. Tidak boleh ada masyarakat yang tidak terlayani karena kekurangan obat atau fasilitas,” katanya.

Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe saat menyerahkan SK CPNS Pemkab Sangihe (ist)

Sementara itu, di bidang pendidikan, pemerataan tenaga pendidik dan peningkatan infrastruktur sekolah menjadi perhatian utama. Masih banyak sekolah di wilayah kepulauan yang belum memiliki guru cukup, serta ruang belajar yang tidak layak.

“Anak-anak di wilayah terpencil berhak mendapat pendidikan yang layak. Ini adalah fondasi masa depan Sangihe,” ujar Thungari.

Bupati juga menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas melalui percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih. Hingga saat ini, tercatat masih ada 15 kelurahan yang belum menyelenggarakan musyawarah pembentukan koperasi. Ia memberi batas waktu hingga 3 Juni 2025 untuk menyelesaikan proses tersebut.

“Koperasi adalah alat pemberdayaan ekonomi rakyat. Kita harus bergerak cepat agar masyarakat merasakan dampak positif secara langsung,” tuturnya.

Mengakhiri arahannya, Bupati Thungari mengajak seluruh ASN dan THL untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam menjalankan tugas, bukan hanya sebagai simbol upacara.

“Pelayanan publik bukan sekadar kewajiban administratif. Ini adalah amanah yang harus dijalankan dengan hati nurani dan semangat kebangsaan,” tutup Bupati.

(***/BENSA)

Advertorial

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *