SANGIHE, detikgo.com— Dalam upaya menjaga stabilitas harga serta pasokan bahan pangan di daerah, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe kembali melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-45 Tahun 2025, Rabu (15/10/2025).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan berlangsung di halaman Gedung Olahraga (GOR) Manente, Kecamatan Tahuna.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E., M.M., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sejumlah pejabat perangkat daerah, pelaku usaha, serta masyarakat yang antusias memanfaatkan kesempatan berbelanja kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari menyampaikan bahwa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan masyarakat dapat mengakses kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan program-program nyata yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan serta mengendalikan laju inflasi di wilayah Kepulauan Sangihe.
“Kestabilan harga pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan hasil kerja sama seluruh elemen yang peduli terhadap ketersediaan dan keterjangkauan pangan di daerah,” tambahnya.
Gerakan Pangan Murah kali ini menyediakan berbagai komoditas kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, dengan harga di bawah pasaran. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat yang berharap agar program serupa dapat terus digelar secara rutin.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe juga berkomitmen agar Gerakan Pangan Murah dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai kecamatan, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan daya beli masyarakat.
(BENSA)





