Grand Opening Gerai Waesa Hadir Penuhi Kebutuhan Oleh – oleh Khas Sulawesi Utara

Ketua Umum Waesa Irma Wodi saat membawakan sambutan(span/detikgo)

MANADO, detikgo.com – Menjawab kebutuhan oleh – oleh khas Sulawesi Utara bagi para wisatawan baik itu lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Kota Manado, komunitas pengusaha yang tergabung dalam Waesa melaunching Grand Opening Gerai Waesa di komplek Taman Godbless Park Manado Jalan Pierre Tendean Boulevard, Kamis (05/12/2024) pagi sekira pukul 11.00 wita.

Kegiatan yang dipandu oleh MC Defie Mandos ini dibuka dengan Doa oleh Pdt Hennie Langkai yang dilanjutkan dengan melepas sejumlah balon gas ke udara.

Bacaan Lainnya
Pelepasan balon gas ke udara dalam kegiatan Grand Opening Gerai Waesa (span/detikgo)

Selanjutnya dalam sambutannya Ketua Umum Waesa Irma Wodi merasa bersyukur karena dapat melaksanakan Grand Opening Gerai Waesa.

” Puji Syukur kepada Tuhan yang maha kuasa karena berkat dan rahmatnya kita bisa bertemu pada kesempatan ini dalam Acara Grand Opening Gerai Offline atau Toko Oleh-Oleh WAESA (Wanua Esa) yang ada Kota Manado,” ucap Ketua Umum Waesa Irma Wodi.

Suasana kegiatan Grand Opening Gerai Waesa yang dipandu MC Defie Mandos (span/detikgo)

Selanjutnya, Irma pun menjelaskan tentang gambaran umum Waesa yang berasal dari kata Wanua Esa.

” Berikut tentang komunitas kami  WAESA yang berasal dari kata WANUA ESA. Adalah salah satu komunitas usaha yang ada di Provinsi Sulawesi Utara. Kami adalah pengusaha-pengusaha yang tegabung dalam WANUA (atau yang dulunya WUBI) Bank Indonesia KPW Sulawesi Utara Angkatan V Tahun 2024,” ucapnya.

Suasana di dalam Gerai Waesa, tampak Kadis Perindag Kota Manado Hendrik Warokka berbincang – bincang dengan Ketua Umum Waesa Irma Wodi (span/detikgo)

” Seiring berjalannya waktu, setelah kurang lebih 1 tahun lamanya bersama dan kami semuanya mendapatkan ilmu , pengetahuan dan yang paling penting adalah perubahan mindset masing-masing / individu yang mengarah pada Kerjasama, saling membantu, menopang dan saling mentransfer energi positif serta di penuhi dengan afirmasi positif yang mengarah kepada hal-hal prinsip yang berkaitan dengan kebaikan-kebaikan dan semangat untuk berkembang dan menjadi kaya raya dan bukan hanya dengan hal materi tetapi juga kaya akan membantu orang lain, juga memberi dampak kepada orang lain. Maka kami semuanya tergerak untuk bisa membentuk sebuah komunitas yang harapannya bisa mewujudkan semua yang kami dapatkan,” lanjut Irma.

Irma juga menjelaskan bahwa Waesa adalah komunitas yang mempunyai visi, misi dan tujuan yang sama untuk menjadi sekelompok pengusaha-pengusaha yang bukan hanya menjadi produsen, pengelolah, pemasar dan mendapatkan profit dari usaha masing-masing namun kami mau bertumbuh bersama dan memberikan dampak yang positif untuk usaha-usaha yang lainnya dengan pengembangan usaha dan program-program pemberdayaan masyarakat yang pada intinya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang ada di Prov Sulawesi Utara.

“Selain menjalankan bisnis masing-masing secara offline, kami juga saat ini gencar memanfaatkan platform digital dan media sossial untuk bisa memasarkan produk-produk kami seperti LIVE Selling dan Ecommerce ,” ucap Irma.

Saat ini komunitas Waesa terbagi 3 Regional :

  1. Regional Manado (termasuk Tomohon, Kotamobagu dan Sangihe)
  2. Regional Minahasa Utara
  3. Regional Bitung

Yang masing-masing mempunyai ketua dan bendahara Regional dan juga berkoordinasi langsung dengan Ketua Umum dan bendahara umum yang tugas dan fungsinya sudah di atur secara terstruktur untuk bisa menjalankan semua program yang sudah kami susun dalam 5 Tahun kedepan yang jika terjadi perubahan tergantung perkembangan dan potensi-potensi komunitas kedepannya .

” Salah satu Program yang sudah kami lakukan pada bulan Agustus 2024 (sebelum lulus atau certified WANUA) adalah melakukan pelatihan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Wisata Mangrove Desa Palaes , bagaimana masyarakat mengambil kesempatan untuk bisa berdaya dan memanfaatkan potensi-potensi desa yang ada,” lanjut Irma.

Pada Bulan Oktober 2024 sebagai salah satu capaian kinerja Kemenkumham KPW Sulawesi Utara untuk Usaha Komunitas, WAESA sudah di daftarkan merek kolektif untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual . Dan kelanjutannya untuk memperkuat landasan Hukum Komunitas WAESA maka kami suda berkoordinasi dengan Dinas Koperasi untuk membentuk Badan Usaha Koperasi WAESA .

Program lanjutan dari Regional Manado saat ini adalah Pembukaan Gerai Offline atau TOKO oleh-oleh yang bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Manado dan ini memberikan kami peluang untuk bisa berkembang secara bisnis dan peluang-peluang lainnya . Harapan kedepan akan mengikuti juga untuk reginal-regional yang lainnya .

” Kami sudah mempunyai Project Plan yang pada intinya bukan hanya membangun dan membesarkan WAESA itu sendiri namun memberikan dampak positif serta menjadi pemicu positif bagi pengembangan pengusaha-pengusaha kecil dan menengah lainnya untuk bisa bertumbuh dan berkembang bersama,” ucap Irma.

Diterangkan oleh Irma Wodi, bahwa di dalam WAESA memiliki beberapa orang yang sudah tersertifikasi BNSP sebagai Pendamping UMKM yang harapan kedepannya bisa bekerjasama dan diberikan kesempatan untuk menjadi praktisi-praktisi di bidang pelatihan dan pemberdayaan . Dan tidak lupa juga menitipkan Gerai Offline / Toko oleh-oleh WAESA ini untuk menjadi salah satu destinasi jika ada kunjungan atau tamu-tamu negara agar dapat mempromosikan produk-produk khas dari Sulawesi Utara .

” Kami sangat berterima kasih kepada Bank Indonesia KPW Prov. Sulawesi Utara dan IDAS Pelatih Indonesia melalui Program WANUA yang mempertemukan dan membantu kami semua untuk bisa menjadi perpanjangan tangan dan memenuhi harapan Program WANUA untuk pengembangan ekonomi masyarakat khususnya di Sulawesi Utara . Tidak lupa juga apresiasi setinggi-tingginya untuk pemerintah dalam hal ini Dinas Koperasi dan UKM , Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta dinas-dinas terkait yang terus membantu dan menopang kami dalam semua program yang kami jalankan,” lanjutnya.

“Untuk teman-teman WAESA yang saya cintai dan banggakan , yang sampai saat ini terus semangatt dan berjuang bersama, semoga Tuhan selalu menolong kita semua,” ucap Irma Wodi.

” No One Left Behind,” sera Irma Wodi.

Selanjutnya, Ketua Umum Waesa Irma Wodi bersama tamu dan undangan memasuki Gerai Waesa yang di awali dengan pengguntingan pita.

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Manado Hendrik Warokka, Perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Manado, Perwakilan dari Bank Indonesia Sirtalya Rondo, perwakilan dari Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Utara Henrik Siahaya serta para undangan lainnya.(Steven)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *