JAKARTA (detikgo.com)- Wakil Ketua Umum Bid Politik dan Idiologi DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) H Djafar Badjeber MSi menolak dengan tegas Wacana Penundaan Pemilu yang diutarakan beberapa ketua Umum Partai Di Indonesia, Hal itu disampaikan secara tegas lewat release tulisan kepada redaksi detikgo.com Jumat, 4 Maret 2022.
Belum lama ini kita dikagetkan oleh wacana dan usulan dari beberapa Ketua Umum Partai, bahwa Pemilihan Umum 2024 agar dimundurkan satu sampai dengan dua tahun.
Wacana yang digulirkan itu mendapat tanggapan beragam dari Pimpinan Parpol lainnya, Akademisi, Aktifis, LSM , dll.
Tidak jelas betul alasan yang dikemukan petinggi partai tersebut, seperti masih Pandemi, padahal saat ini sudah menjadi Endemi, Recovery economi, atas usulan Rakyat. Partai seringkali “menjual” nama Rakyat. Padahal hanya keinginan segelintir elite yang punya kepentingan Ujar Mantan Plt Sekjen DPP Partai Hanura.
Wacana yang digulirkan tersebut sungguh berbahaya dan mengandung resiko besar dalam kita berbangsa dan bernegara. Resistensi terhadap wacana memundurkan Pemilu 2024 sudah hampir pasti akan mendapat reaksi keras. Akibatnya bisa mengganggu stabilitas keamanan, bahkan bisa berakibat yang lebih fatal Kata Mantan Anggota MPR RI.
Kalau wacana ini dipaksakan dengan menempuh berbagai cara yang bernuansa rekayasa, seakan-akan konstitusional, maka tetap dianggap sebagai pemberontakan terhadap konstitusi.
Katakan ditempuh meng_amendemen pasal 7 dan 22 UUD 1945, tetapi dianggap melanggar konstitusi karena sarat sekali kepentingan para elite tertentu.
Apalagi sudah diketahui masyarakat bahwa wacana dan usulan memundurkan Pemilu 2024 atas permintaan seseorang yang ada dalam lingkaran kekuasaan.
Kalau benar berita tersebut, makin nyata dan terang benderang bahwa wacana tersebut tidak lain hanya untuk kepentingan pribadi dan oligarki. Bagaimana mereka tetap aman sebagai Menteri atau pejabat negara dengan memperoleh fasilitas dan kenikmatan dunia tanpa berfikir bagaimana nasib rakyat dan akibat terburuk atas tindakan gegabah tersebut .
Rupanya menjadi pejabat tinggi dianggap miliknya. Mereka tidak belajar dari berbagai kejadian didunia ini, bahwa sehebat apapun kekuasaan itu akan berakhir. Ada yang berakhir dengan damai dan aman, serta ada yang berakhir dengan tragis dan memilukan.
Olehnya perlu diingatkan kepada siapapun WNI jangan menabrak konstitusi. Anda akan berhadapan dengan kekuatan rakyat yang akan muncul ke permukaan dan menjadi gelombang besar yang tidak tertahankan.
Kita harus belajar dengan kejatuhan Orde lama, orde baru, maupun pemimpin terkuat dimanapun didunia ini, bahwa kekuatan Rakyat tidak boleh diabaikan begitu saja Ujar Politisi Nasional Djafar Badjeber. (Redaksi)




