Manusia Yang Memanusiakan Manusia Adalah Manusia Terpilih

JAKARTA (detikgo.com)- Tulisan ini saya buat manakala terinspirasi dalam perjalanan Politik Demokrasi Bangsa Indonesia dan juga Peristiwa Demokrasi di Dunia yang juga menjadikan Inspirasi dalam saya mengupas sebuah peristiwa Demokrasi Kemanusiaan, Memilih Pemimpin Yang lahir Dari Sebuah Pilihan Kemanusiaan yang dapat berdampak bagi Rakyat.Kamis, 13/01.

Dalam perjalanan panjang umat manusia Banyak cara yang ditempuh manusia, agar dijadikan Pemimpin dikalangan Rakyatnya, umatnya atau pengikutnya.

Bacaan Lainnya

Untuk tercapainya ambisi kekuasaan manusia atas manusia lain serta resourcesnya, ditempuh cara beradab sampai yang tidak beradab.
Dari cara yang baik sampai dengan cara tidak baik. Dari cara halus sampai dengan cara kasar, keras dan memaksa. Bahkan tidak tertutup kemungkinan “Pembunuhan” kepada lawan atau kepada seseorang atau kelompok yang dianggap berbahaya atau bahkan potensial sebagai musuh.

Tentu di era moderen seperti saat ini cara-cara kasar,  memaksa, inkonstitusional dan ademokrasi sudah tidak laku. Hal itu bertentangan dengan Demokrasi dan HAM .

Meskipun cara diatas sudah gak laku dan mendapat perlawanan dari banyak kalangan, tetapi masih diadopsi oleh sebagian manusia dengan lebih halus dan digunakan dalam bentuk lain, yaitu Manipulasi.

Manipulasi sesungguhnya barang haram karena diperoleh dengan cara manipulatif, dengan berbagai cara kotor, jahat, dan rekayasa.

Untuk memperoleh pembenaran atas tindakan manipulatif tersebut, media maenstream, media sosial, pengamat digunakan sebagai alat untuk menjustifikasi perbuatan manipulatif tersebut. Bahwa ada media dan pengamat busuk bagian konspirasi dari tindakan manipulatif.

Sebenarnya untuk memperoleh kemenangan dalam sebuah konstestasi, sangat mudah. Yaitu Memanusiakan Manusia. Siapapun calon pemimpin yang memanusiakan manusia pasti akan memperoleh keberkahan dan kemenangan .
Jadi Memanusiakan Manusia adalah kunci sukses dalam memimpin Manusia.
Karena Manusia benda hidup. Punya rasa, punya Pikiran, punya hati dan juga punya selera.

Selera inilah sebagai pendorong kuat dalam menjatuhkan pilihan kepada seseorang calon Pemimpin.
Selera akan berjalan seiring dan se iya sekata dengan Hati Nurani .

Calon pemimpin yang terpilih karena money politic sudah hampir pasti dia akan korupsi dan balikan modal. Dan sudah pasti dia tidak akan mampu mensejahterakan Rakyatnya. Penulis H Djafar Badjeber M,Si dikenal sebagai Politisi Nasional, yang saat ini jabatanya sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura Bid Politik dan Idiologi dan pernah menjadi Plt Sekjen DPP Partai Hanura.(DB)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *