MINAHASA (detikgo.com)– Wakil Bupati kab Minahasa, Vanda Sarundajang, menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), serta Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara, Senin (23/2/2026).
Kegiatan strategis tersebut digelar di Wale Tondano, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, dan dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pertemuan dipimpin langsung Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, bersama Wakil Gubernur J. Victor Mailangkay dan Kepala Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto.
Dorong Digitalisasi untuk Tingkatkan PAD
Dalam forum tersebut, Pemerintah Provinsi bersama 15 Pemerintah Kabupaten/Kota dan Bank SulutGo resmi menandatangani MoU optimalisasi PAD. Langkah ini menjadi upaya konkret dalam mendorong peningkatan pendapatan daerah berbasis digitalisasi.
Transformasi digital dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Selain itu, sinergi lintas sektor juga diarahkan untuk memperkuat pengendalian inflasi, memperluas digitalisasi transaksi pemerintah daerah, meningkatkan akses keuangan, serta mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Utara.

Komitmen Jaga Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala OJK SulutGo Robert H.P. Sianipar, Wakil Direktur KDEKS Radlyah H. Jan, unsur Forkopimda Provinsi, para kepala daerah se-Sulawesi Utara, jajaran direksi Bank SulutGo, serta pimpinan instansi vertikal.

Wakil Bupati Minahasa hadir didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah, termasuk Kepala Bapenda, Kepala BAPPELITBANGDA, serta jajaran dinas teknis terkait.
Kehadiran Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam forum ini menegaskan komitmen daerah untuk menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat pengendalian inflasi, mengoptimalkan PAD, serta mempercepat transformasi digital guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Sulawesi Utara.(Red)





