JAKARTA (detikgo.com)— Direktur Utama RSUD Noongan, dr. Greity Ingrit Giroth, M.Kes, SpKKLP, berkesempatan memaparkan Proposal Pengembangan dan Perubahan Nama RSUD Noongan kepada Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benny Paulus Octavianus, SpP, FISR dalam pertemuan resmi di Jakarta, Pekan kemarin, Jumat (7/11/2025).
Dalam pertemuan tersebut, dr. Ingrit menyampaikan sejumlah usulan strategis terkait peningkatan fasilitas, sumber daya manusia, dan status kelembagaan RSUD Noongan. Menurutnya, dukungan Kementerian Kesehatan sangat dibutuhkan untuk menjadikan RSUD Noongan sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Sulawesi Utara dan Indonesia Timur.
“Bapak Wamenkes menyatakan siap memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan RSUD Noongan, apalagi rumah sakit ini memiliki nilai sejarah sebagai sanatorium pertama di Indonesia Timur,” ujar dr. Ingrit.
Wamenkes Benny Paulus menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan kesehatan di daerah, khususnya dalam penanganan dan pemberantasan Tuberkulosis (TB) Paru. Ia menilai, selama TB masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, maka bangsa ini belum bisa dikategorikan sebagai negara maju.
“Saya akan mendukung pengembangan RS Noongan, terutama dalam penyediaan sarana, prasarana, serta tenaga kesehatan agar pelayanan terhadap pasien TB semakin optimal,” tegas dr. Benny Paulus.
Lebih lanjut, Wamenkes juga menyampaikan keinginannya untuk berkunjung langsung ke RSUD Noongan yang berlokasi di Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa, daerah yang dikenal sebagai kampung halaman Ibunda Presiden RI.
dr. Ingrit menambahkan, pihaknya berharap adanya alokasi anggaran dari Kementerian Kesehatan maupun APBN tahun 2026 guna mempercepat proses revitalisasi fasilitas RSUD Noongan yang saat ini tengah membutuhkan peningkatan kapasitas layanan.
“Kami optimistis dengan dukungan pemerintah pusat, RSUD Noongan dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Sulawesi Utara,” tutupnya. (MGP)






