SANGIHE, detikgo.com – Masjid Al Jihad Petta bekerja sama dengan Pemerintah Kampung Petta Barat, Petta Timur, Kampung Petta, sukses menyelenggarakan Perayaan Hari Raya Ketupat dan Halal Bihalal yang berlangsung meriah di halaman Masjid Al Jihad Petta, Selasa (08/04/2025).
Kegiatan yang juga dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Sangihe, Ny. Cherry S. Thungari Soeyoenus, SE., menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat nilai-nilai kerukunan antar warga, termasuk masyarakat lintas agama di wilayah Kampung Petta Raya.

Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, perayaan ini tidak hanya menyajikan ketupat sebagai simbol tradisi dan rasa syukur pasca-Ramadan, tetapi juga diisi dengan kegiatan Halal Bihalal. Tradisi ini mencerminkan semangat saling memaafkan, toleransi, kesederhanaan, dan persaudaraan yang tumbuh subur di tengah kehidupan masyarakat Petta Raya.
Ketua Panitia, Muhammad Hendra Dachlan, menyampaikan apresiasi mendalam atas partisipasi seluruh elemen masyarakat serta dukungan dari pemerintah kampung.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat silaturahmi, membangun persatuan, dan menumbuhkan semangat saling pengertian di tengah keberagaman yang ada,” ujarnya dalam sambutannya.
Dalam tausiyah Halal Bihalal, Ustadz Supriadi Haribae menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita sesama manusia jangan pernah menghapus rasa persaudaraan hanya karena perbedaan. Tetapi hapuslah perbedaan demi berlanjutnya persaudaraan,” tuturnya.
Ia juga mengutip pemikiran KH. Ahmad Sidiq tentang tiga konsep ukhuwah sebagai fondasi keharmonisan sosial yaitu : Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah, dan Ukhuwah Basyariyah yang merupakan pilar penting dalam membangun masyarakat yang damai, inklusif, dan toleran.
Sementara itu, sambutan Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, dibacakan oleh Asisten III Administrasi Umum Setda Sangihe, Vebe A. K. Bawole, S.Sos., yang menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati karena harus menghadiri agenda bersama Gubernur Sulawesi Utara di Manado.
Dalam sambutan tertulisnya, Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran pengurus Masjid Al Jihad Petta, pemerintah kampung, dan seluruh masyarakat atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan ini. Ia menilai perayaan Hari Raya Ketupat dan Halal Bihalal sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal yang memiliki kekuatan dalam merajut persatuan di tengah keberagaman masyarakat Sangihe.
“Momentum ini merupakan wujud nyata dari semangat gotong royong, toleransi, serta nilai-nilai keagamaan yang hidup dalam masyarakat kita. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe mendukung sepenuhnya kegiatan keagamaan dan budaya yang bertujuan membangun keharmonisan serta mempererat persaudaraan antar warga,” tulis Bupati.
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini selaras dengan visi pembangunan daerah yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat karakter daerah Kabupaten Sangihe.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat persaudaraan, mempererat hubungan antar umat beragama, dan mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan suasana yang aman, rukun, dan damai,” lanjutnya.
Menutup sambutannya, Bupati berharap agar Halal Bihalal tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi tumbuh menjadi tradisi yang mengakar kuat—sebagai ruang bersama untuk saling menghargai, saling memaafkan, dan memperkuat solidaritas sosial.
Perayaan ini turut dihadiri oleh masyarakat dari berbagai kalangan usia, serta tokoh-tokoh penting daerah, antara lain:
Anggota DPRD Kabupaten Sangihe Deny Roy Tampi dan Muslim Sasikome, Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sulawesi Utara H. Sutarji Adipati, S.Pdi., M.M., Ketua MUI Kabupaten Sangihe Wahidin Mandahari, Ketua Baznas Kabupaten Sangihe H. Hasanudin Takalondokang, perwakilan Forkopimda dan Formopimca Tabukan Utara, Camat Tabukan Utara Edmond Alser Malaguna, serta para Kapitalaung dari wilayah Petta Raya dan Bukide Timur.
Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antar jamaah, tetapi juga menjadi simbol nyata dari keharmonisan sosial yang terus dijaga dan dirawat oleh masyarakat Kampung Petta Raya khususnya, dan masyarakat di wilayah Kecamatan Tabukan Utara.
(BENSA)





