SANGIHE, detikgo.com – Pemerintah Kampung Petta Barat menyelenggarakan ibadah Perayaan Natal 2024 bersama masyarakat sebagai wujud nyata toleransi antar umat beragama. Ibadah perayaan dilaksanakan di Terminal Pasar Petta, Sabtu (28/12/2024).
Ibadah Perayaan Natal ini menjadi momen istimewa yang mengukuhkan semangat persatuan dalam keberagaman yang telah lama terjalin di kampung Petta Barat.

Ibadah Perayaan Natal ini dipimpin oleh Pdt. Patras Madonsa M.Th., yang dalam renungannya menyampaikan apresiasi mendalam terhadap keharmonisan masyarakat Kampung Petta Barat. Ia juga memuji peran besar Kapitalaung Kampung Petta Barat, Ibu Siti Sarah Gabriel, yang mampu membangun dialog dan kerja sama antar umat beragama di tengah masyarakat.
“Kehadiran masyarakat dari berbagai agama, baik Kristen maupun Muslim, dalam perayaan ini menunjukkan bahwa silaturahmi dapat menjadi landasan yang kuat untuk menciptakan perdamaian. Ini adalah contoh nyata bahwa kebersamaan mampu melampaui perbedaan,” ujar Pdt. Patras Madonsa.

Perayaan ini tidak hanya dihadiri oleh jemaat Kristen, tetapi juga masyarakat Muslim setempat yang turut memberikan dukungan dan menunjukkan solidaritas.
Dalam sambutannya, Camat Tabukan Utara, Alser Edmond Malanguna, S.I.P., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas inisiatif pemerintah dan masyarakat Kampung Petta Barat.
“Perayaan Natal ini bukan hanya sebuah seremoni, tetapi sebuah pesan kuat tentang persatuan dan toleransi. Kampung Petta Barat telah menunjukkan kepada kita semua bahwa kerukunan dapat menjadi dasar pembangunan masyarakat yang sejahtera. Semoga semangat seperti ini terus menyebar ke seluruh kampung di Kecamatan Tabukan Utara,” Alser Malanguna.
Ketua Panitia, Jeffry Sasiang, turut menyampaikan bahwa keberhasilan perayaan ini adalah hasil dari kerja sama yang erat antara masyarakat dan pemerntah Kampung Petta Barat.
“Kami percaya bahwa kebersamaan ini adalah landasan kokoh untuk menciptakan hubungan yang harmonis. Dengan saling mendukung dan bekerja sama, kita mampu memperkuat nilai-nilai toleransi dan persatuan,” tutur Jeffry.
Kapitalaung Kampung Petta Barat, Siti Sarah Gabriel, saat ditemui oleh jurnalis Detikgo.com mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya perayaan ini. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan kerukunan yang telah lama terjalin di kampung tersebut.
“Perayaan ini adalah cerminan nyata dari kekuatan toleransi dan saling pengertian di antara kita. Kerukunan yang kita bangun bersama adalah warisan berharga yang harus kita jaga dan pelihara untuk generasi mendatang. Saya berharap semangat ini akan terus hidup dalam setiap langkah kita ke depan,” ujar Siti Sarah Gabriel.
Selain ibadah, acara ini juga diisi dengan berbagai kegiatan kebersamaan, seperti makan bersama dan penampilan tarian Natal dari masyarakat setempat yang semakin mempererat hubungan antar warga.
Perayaan Natal Pemerintah Kampung Petta Barat bukan hanya sekadar momentum religius, tetapi juga simbol kebersamaan dan toleransi yang terus dijaga. Kampung Petta Barat menjadi teladan harmoni yang menginspirasi seluruh kampung yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk terus mengedepankan nilai-nilai persatuan dalam keberagaman.
Turut hadir sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Pelka Bapak Sinode GMIST Jabes Ezar Gaghana, Forkopimca Tabukan Utara, Anggota DPRD Kab. Sangihe Tony Mandak, S.T., dr. Aprikonus Loris, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Kehadiran mereka mempertegas pentingnya nilai-nilai persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.
(BENSA)





