SANGIHE, detikgo.com – Pj. Bupati Kepulauan Sangihe melakukan pertemuan dengan insan pers yang ada di Kabupaten Sangihe, pertemuan berlangsung di ruang serbaguna kantor Bupati Kabupaten Sangihe, Jumat (07/06/2024).
Dalam pertemuan dengan insan pers dari berbagai organisasi pers yang ada di Kabupaten Sangihe, seperti FORWAS, PPWI, GWI, PWI, Penjabat Bupati Kabupaten Sangihe Albert Wounde, S.H.,M.H., “buka-bukaan” mengenai lemahnya Sumber Daya Manusia (SDM) serta koordinasi antar instansi di lingkup Pemerintah Kabupaten Sangihe, sehingga dianggap perlu adanya pembenahan tata kelola pemerintahan.

“Saya ditugaskan oleh pemerintah pusat untuk menjadi Pj. Bupati Kepulauan Sangihe adalah kehendak dari pada Tuhan, sehingga tugas ini
adalah panggilan dan akan saya emban untuk membawa perubahan bagi daerah ini. Hal pertama saya bertugas melakukan audensi dan berkoordinasi dengan para pimpinan OPD Kabupaten Sangihe, ternyata ada beberapa pimpinan OPD lemah dalam melakukan inovasi dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM),” tegas Albert Wounde.
Albert Wounde juga menyentil beberapa “kelemahan” penyelenggara pemerintahan yang ada di Kabupaten Sangihe, sehingga administrasi dan pelayanan pemerintahan berjalan ditempat (stagnan), sehingga pelayan publik yang seharusnya bisa diselesaikan sehari tertunda hingga berhari-hari.
“Pegawai Negeri Sipil (PNS) mempunyai sumpah jabatan sebagai abdi negara dan bersedia melayani masyarakat sesuai dengan tugas yang dibebankan kepadanya, dan ini harus dipegang teguh oleh abdi negara. Kemudian “upgrade” potensi diri diperlukan agar beban kerja dapat diselesaikan dengan baik, serta terus mengikuti perkembangan teknologi agar tidak mengalami kesulitan didalam bekerja dengan sistem yang baru,” ungkap Albert.
Yang menjadi perhatian Penjabat Bupati Kepulauan Sangihe Albert Wounde adalah Kantor Bupati yang kelihatan “kumuh” (tidak terurus), sehingga ia (Albert-red) mengatakan akan berkantor setiap hari di Kantor Bupati Kepulauan Sangihe.
“Kantor Bupati ini adalah salah satu simbol daerah, bagaimana saya mau membawa investor dan tamu dari luar daerah, kalau melihat kondisi kantor seperti ini?, terus terang saya sangat prihatin melihat kantor Bupati seperti kondisi sekarang, coba perhatikan kabel seperti “gantungan baju”, belum lagi ruangan plafonnya sudah hancur, kamar mandi yang tidak terurus, ini yang saya katakan bahwa kemampuan SDM sangat lemah, sehingga kepedulian dan rasa memiliki hampir tidak ada didalam diri pegawai disini,” tegas Albert Wounde.
Albert Wounde menegaskan kembali bahwa kegiatan kantor harus dilaksanakan di kantor Bupati, sehingga kantor Bupati ini bisa difungsikan dengan baik.
Dalam dialog dengan insan pers Wounde menginginkan kerja samanya, sehingga pers akan menjadi mata dan telinganya Pemda, sehingga permasalahan di setiap wilayah dapat dideteksi secara cepat. Pers juga dipersilahkan untuk mengkritisi dan memberikan solusi untuk pemerintah daerah.
“Saya juga meminta bapak dan ibu insan pers untuk dapat memantau dan memberikan informasi kepada kami, sehingga permasalahan di wilayah-wilayah bisa cepat diketahui, begitu juga kalau dalam kepemimpinan saya ada yang kurang, silahkan insan pers mengkritisi saya dan juga tolong berikan solusi sehingga kita semua bisa saling mengisi untuk kepentingan Kabupaten ini,” harap Wounde.
Pada akhir dialog dengan insan pers diharapakan dapat membantunya, agar pers menjadi garda terdepan sebagai pemberi informasi terhadap dirinya (Albert-red), sehingga permasalahan-permasalahan dapat diselesaikan dengan baik. Dan ke depan Albert berjanji akan memperbaiki sistem kerja ASN yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan akan terus memantau perkembangan dan kemajuan yang dicapai selama ia menjabat, sehingga di akhir jabatannya bisa meninggalkan “Legacy” hingga terus hidup dan abadi dalam memori publik.
(BENSA)





