TOMOHON (DETIKGO.COM)– Kepala Staf Kodim 1302/Minahasa Mayor Inf Daeng Pasaka, S.E. mewakili Komandan Kodim 1302/Minahasa Letkol Inf Bonaventura Ageng Fajar Santoso dalam kegiatan Briefing Pembukaan Latihan Terintegrasi Satuan Jajaran Kodam XIII/Merdeka yang digelar di Lapangan Hitam Mako Rindam XIII/Merdeka, Kelurahan Kakaskasen Tiga, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Senin (10/11/2025) pukul 09.10 WITA.

Kegiatan pembukaan latihan tersebut dipimpin langsung oleh Danrindam XIII/Merdeka Brigjen TNI Wempy Ramadey, dan menjadi penanda dimulainya latihan terintegrasi yang akan berlangsung selama lima hari.
Latihan ini melibatkan berbagai satuan di bawah jajaran Kodam XIII/Merdeka, antara lain Yonif 712 (31 personel), Yonarmed 19/Bogani (72 personel), Yonzipur 19/YKN (80 personel), Kikav 10/Msc (32 personel), Kodim 1302/Minahasa (20 personel), Denintel (12 personel), serta Komponen Cadangan (18 personel).
Dalam arahannya, Brigjen TNI Wempy Ramadey menegaskan bahwa latihan terintegrasi ini merupakan sarana penting untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan koordinasi antar satuan, baik dalam bidang tempur, intelijen, maupun teritorial.
“Latihan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bentuk kesiapan kita dalam menghadapi setiap tantangan tugas di lapangan. Laksanakan dengan kesungguhan, kedisiplinan tinggi, dan selalu utamakan faktor keamanan,” tegas Danrindam XIII/Merdeka dalam arahannya.
Kegiatan briefing pembukaan turut dihadiri sejumlah pejabat jajaran Kodam XIII/Merdeka, antara lain Kapendam XIII/Merdeka Kolonel Inf Daniel Lalawi, Kasiops Kasrem 131/Santiago Kolonel Inf Frandi Siboro, Dandeninteldam XIII/Merdeka Letkol Inf Hendra Syaputra, Danyonarmed 19/Bogani Letkol Arm Hanafi Suleman, serta Mayor Inf Daeng Pasaka, S.E. yang hadir mewakili Dandim 1302/Minahasa.
Turut hadir pula Kapten Kav Frans Tambaraja Purba (Danki Kav 19/Msc), para Kasi, Kabag, pelatih, dan unsur pendukung latihan lainnya.
Melalui latihan ini, Kodam XIII/Merdeka menegaskan komitmennya untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dan kesiapsiagaan operasional, guna memperkuat pertahanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (Red**)





