SANGIHE, detikgo.com – Kejuaraan Bupati Sangihe Cup 2026 Taekwondo Open Championship resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari, 1–3 Oktober 2026. Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E., M.M., menutup secara resmi kompetisi tersebut di GOR Membara, Manente, Tahuna, Sabtu (03/10/2026).
Kejuaraan ini menjadi ajang unjuk kemampuan bagi ratusan atlet taekwondo dari berbagai daerah, sekaligus memperkuat pembinaan olahraga bela diri di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Sebanyak 402 atlet yang tergabung dalam 17 kontingen ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Para peserta berasal dari Kabupaten Kepulauan Sangihe dan sejumlah daerah di Sulawesi Utara, yakni Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, serta Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).
Pertandingan mempertandingkan tiga kelompok usia, yaitu kadet, junior, dan senior. Selain menjadi arena kompetisi, kejuaraan ini juga memberikan kesempatan kepada para atlet untuk mengukur kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta membangun sportivitas dan persaudaraan antardaerah.
Dalam kategori prestasi, sebanyak 88 medali diperebutkan, terdiri atas 24 medali emas, 24 perak, dan 40 perunggu. Champion TC tampil sebagai kontingen dengan perolehan medali terbanyak, yakni 17 medali. Posisi berikutnya ditempati Champion Speed dengan 16 medali, sementara Sangihe TC mengumpulkan sembilan medali.
Sejumlah kontingen lainnya turut mencatatkan perolehan medali, di antaranya Sopu Bitung, General Phoenix, Winners TC, Scuba Lantamal, Gray Wolf, Spartan Malsatim, Rajawali Muda, Maximus TC, Pentagon Kalasey, Eagle Strike, Tornado Sitaro, BSG Siau, dan Jayakarsa.
Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari menyampaikan penghargaan kepada panitia penyelenggara, pengurus taekwondo, para pelatih, wasit, atlet, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan tersebut.
Menurutnya, taekwondo tidak hanya berorientasi pada kemampuan fisik dan pencapaian prestasi, tetapi juga berperan penting dalam membentuk kepribadian atlet. Nilai-nilai disiplin, integritas, penghormatan, dan ketekunan harus menjadi bagian dari proses pembinaan setiap atlet.
Ia juga mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan medali sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Pengalaman bertanding, kemampuan mengendalikan diri, menghormati lawan, serta kesediaan untuk terus belajar merupakan bagian penting dalam perjalanan seorang atlet menuju prestasi yang lebih tinggi.
Penyelenggaraan Bupati Sangihe Cup 2026 diharapkan menjadi salah satu langkah berkelanjutan dalam memperkuat pembinaan taekwondo, khususnya bagi generasi muda di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Melalui kompetisi seperti ini, atlet-atlet potensial diharapkan memperoleh ruang untuk berkembang dan mampu bersaing pada kejuaraan tingkat provinsi, nasional, hingga internasional, sekaligus mengharumkan nama daerah di bidang olahraga.





