Oleh : Amana Upara
Dosen : Ilmu Politik UMMU
SULA, Detikgo. com, – Strong government atau pemerintah yang kuat merupakan pemerintahan yang mendapatkan legitimasi dan dukungan dari masyarakat luas. Pemerintah yang kuat bukan pemerintah yang kekuasaannya sewenang-wenang (power full). Bukan pula pemerintahan yang otoriter dan diktator.
Pemerintah yang kuat didukung oleh politisi sipil dan militer yang cerdas, profesional, memiliki inovasi, berkinerja tinggi dan berintegritas. Pemerintahan yang kuat tidak harus pemerintahan yang didukung oleh militer yang fanatik dan sipil yang pragmatis dan hedonis. Boleh jadi akan membuat pemerintahan yang kuat terjebak untuk bersikap otoriter, represif, anti demokrasi, berkinerja rendah dan korup.
Pemerintah yang kuat, apapun yang dibuat apakah kebijakan yang dibuat untuk mengatur pemerintahan dan mengatur kehidupan sosial masyarakat akan mendapatkan apresiasi yang positif dan dukungan luas dari masyarakat. Sebaliknya pemerintah yang tidak kuat apapun yang dibuat oleh pemerintah tidak akan mendapatkan dukungan dari masyarakat. Pemerintahan yang kuat bukan pemerintahan yang anti demokrasi dan bukan pula pemerintahan yang berkuasa secara absolut yang berkuasa bagaikan raja atau ratu yang mengekang kebebasan berekspresi dan berorganisasi rakyat dengan mengharapkan ketundukan penuh rakyat pada pemerintah.
Pemerintah yang kuat tidak anti oposisi, tapi menganggap kelompok oposisi sebagai sahabat dan teman diskusi dalam membangun negara. Negara demokrasi tanpa ada oposisi akan melahirkan kesewenangan-wenangan (tirani) pemerintah yang berkuasa terhadap rakyat. Bagi pemerintah yang kuat dengan adanya oposisi merupakan sebuah checks and balances diluar pemerintahan sebagai otokritik dan masukkan (saran dan nasehat) yang berharga bagi pemerintah, agar pemerintah bekerja sesuai dengan aturan dan setiap kebijakan yang dibuat berpihak pada rakyat. Proses dialektika antara partai pemerintah (yang berkuasa) dengan partai oposisi dapat menciptakan politik yang sehat, demokratis, humanis, sejuk dan damai,” pinta Amana Mengakhiri. (Far)





