MINAHASA (detikgo.com)– Sinergi BPJS Kesehatan dan Pemkab Minahasa Perkuat Layanan Jaminan Kesehatan Nasional lewat BPJS Kesehatan Cabang Tondano menggelar kegiatan Gerakan Edukasi Bersama Komunitas Paham Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (Gema Kompas JKN), Rabu (23/7), bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Tondano. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan guna meningkatkan pemahaman dan kualitas layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di daerah.

Wakil Bupati Kab Minahasa, Vanda Sarundajang, SS, hadir langsung membuka kegiatan, didampingi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs. Riviva Maringka, serta Camat Tondano Raya. Turut hadir pula Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Pusat, Inda D. Hasman, SH, Deputi Direksi Wilayah X Sofyeni, M.Kes, AAK, serta Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tondano, Raymond Jerry Liuw, AAAK.
“Kegiatan ini sangat strategis untuk memperkuat sinergi dan komitmen kita dalam memperluas cakupan serta mutu layanan JKN di Minahasa,” ujar Wabup Vanda dalam sambutannya.

Ia menekankan pentingnya edukasi publik di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan sistem layanan. Menurutnya, JKN tidak hanya soal sistem dan infrastruktur, namun juga bagaimana masyarakat memahami hak dan cara memanfaatkan layanan tersebut secara optimal.
“Gema Kompas JKN bukan hanya memberikan informasi, tapi juga mendorong partisipasi aktif komunitas—terutama para kader kesehatan sebagai ujung tombak edukasi,” tambahnya.

Pemkab Minahasa, lanjut Vanda, berkomitmen menjadi mitra strategis BPJS Kesehatan dalam hal perluasan kepesertaan, edukasi, digitalisasi layanan, hingga peningkatan kualitas fasilitas kesehatan.
Program JKN Capai 279 Juta Peserta
Dalam kesempatan yang sama, Inda D. Hasman mengungkapkan bahwa program JKN telah menjangkau lebih dari 279 juta jiwa atau 98% populasi Indonesia. Capaian ini menjadikan JKN sebagai salah satu sistem jaminan sosial kesehatan terbesar di dunia.
“Namun keberhasilan JKN tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tapi juga dari kualitas layanan yang diberikan,” tegas Inda.

Ia menambahkan, literasi publik dan edukasi berkelanjutan sangat penting dalam menjaga keberlangsungan program. Melalui kolaborasi bersama komunitas dan relawan daerah, BPJS Kesehatan ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga agen perubahan dalam sistem jaminan sosial nasional.
“Sinergi seperti ini membangun kapasitas publik dan memperkuat kolaborasi lintas sektor demi layanan kesehatan yang adil, merata, dan berkualitas,” tutup Inda.

Kegiatan ini turut melibatkan Komunitas Paham Sistem JKN serta Gerakan Relawan Daerah JKN, yang berperan sebagai jembatan informasi antara BPJS Kesehatan dan masyarakat. Melalui forum seperti Gema Kompas JKN, diharapkan masyarakat semakin paham hak dan kewajibannya, serta mampu memanfaatkan fitur layanan digital seperti aplikasi Mobile JKN secara aktif. (Red)
Advertorial





