Aksi Palang Jalan Umum di Kepulauan Sula Berakhir Damai

  • Whatsapp
Kapolres Kepulauan Sula, AKBP. Cahyo Widyatmoko (ist)

SULA, detikgo.com – Melalui jalur mediasi yang di dilakukan oleh Polres Kepulauan Sula antara massa aksi dari GMNI di air kali Desa Baleha dan pedagang di lokasi pariwisata Desa Fatkauyon, Kecamatan Sulabesi Timur berakhir damai.

Kapolres Kepulauan Sula, AKBP. Cahyo Widyatmoko mengatakan, pihaknya sudah melakukan mediasi antara massa aksi dari GMNI di kali Baleha dan masyarakat Desa Fatkauyon yang sudah disepakati untuk berdamai serta membuka akses jalan di kali Baleha.

Bacaan Lainnya

Foto : Warga Masyarakat Desa Fatkauyon, Kecamatan Sulabesi Timur di ruang polres Sula dalam mediasi aksi palang jalan akses menuju lokasi wisata Tanjung Waka

“Jadi dari kehadiran dari GMNI dan sejumlah kelompok mahasiswa yang beberapa hari lalu telah menyampaikan suara hatinya terkait dengan harapan masyarakat soal pembangunan jembatan di kali Baleha. Namun, hari ini sudah disepakati untuk berdamai dan membuka akses jalan menuju ke pariwisata Tanjung Waka,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, Rabu (4/10/2023).

Kendati begitu, Cahyo menyampaikan, apa yang menjadi aspirasi kelompok mahasiswa itu pihaknya akan menyiapkan wadah maupun waktu untuk mereka bisa bertemu dengan pihak terkait dalam hal ini Pemda Kepulauan Sula yang menjadi harapan massa aksi kedepan.

“Jadi hari ini, terkait dengan pemboikotan jalan sudah tidak ada lagi. Sebab, hal ini berangkat dari ketulusan hati ade-ade mahasiswa,” jelasnya.

Terpisah, Sekretaris Wilayah DPD GMNI Maluku Utara, Irfandi Norau saat di wawancarai mengaku bahwa, akses jalan menuju ke tanjung waka mulai hari ini sudah di buka. Kerena pada prinsipnya aksi yang dilakukan beberapa hari kemarin hanya semata-mata untuk kepentingan masyarakat yang berada di Sulabesi Timur. Untuk itu, mereka juga tidak inginkan untuk berkonflik dengan masyarakat.

“Tentu, perjuangan terkait dengan pembangunan jembatan kali Baleha tidak berhenti hanya hari ini,” Ucapnya.

Selanjutnya, kata Fandi, sesuai dengan hasil mediasi tadi, mereka akan kembali menuntut ke Kejaksaan Negeri Kepulauan Sula untuk mempertegas terkait dengan status jembatan kali Baleha.

“Jadi kami dari GMNI, IMM dan Bosawa kami akan mempertanyakan proses hukum Jembatan kali Baleha. Karena sesuai informasi yang kami peroleh kasus Jembatan kali Baleha sementara di tangani oleh Kejaksaan.

“Kami juga menyampaikan kepada masyarakat agar segera beraktifitas sebagaimana biasanya untuk berkunjung ke tanjung waka. Kami juga sudah membuka akses jalan menuju ke lokasi pariwisata,” pintanya. (IK)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *